GARDUOTO - BMW kembali membuat gebrakan besar di industri kendaraan listrik (EV) global melalui demonstrasi teknologi pengisian daya tingkat tinggi. Bekerja sama dengan jaringan pengisian daya IONNA dan produsen perangkat keras Alpitronic, pabrikan otomotif asal Jerman ini memamerkan kemampuan pengisian daya super cepat High-Power Charging hingga 460 kW untuk model SUV listrik terbarunya, BMW iX5 60 xDrive. Demonstrasi berskala internasional tersebut digelar di Laguna Hills, Amerika Serikat.
Langkah kolaboratif ini memperlihatkan bahwa masa depan pengisian baterai mobil listrik kini semakin praktis dan mendekati kecepatan pengisian bahan bakar fosil konvensional.
Teknologi eDrive Generasi Ke-6 dan Baterai 800V
Sebagai model SUV berbasis baterai murni pertama dari keluarga BMW X5, BMW iX5 dipersenjatai oleh teknologi eDrive generasi keenam (Gen6). Teknologi ini sebelumnya diperkenalkan pada BMW iX3 dan kini diterapkan pada BMW iX5 untuk menetapkan standar baru di kelasnya.
Sistem eDrive Gen6 mengusung arsitektur kelistrikan bertegangan tinggi 800 Volt. Arsitektur terkini tersebut menghadirkan berbagai keunggulan utama, mulai dari daya jangkau berkendara yang lebih jauh, proses pengisian daya yang lebih singkat, hingga dukungan fitur pengisian daya dua arah (bidirectional charging).
Tidak hanya dibekali motor listrik yang efisien, Gen6 mengadopsi paket baterai tegangan tinggi berdesain sel silinder (cylindrical cells). Desain sel silinder baru ini mampu meningkatkan kerapatan energi volumetrik hingga 20 persen jika dibandingkan dengan sel baterai prismatik Gen5 generasi terdahulu.
Kecepatan Pengisian Daya: 10 Menit Tambah Jarak 349 KM
Daya tarik utama dari BMW iX5 60 xDrive terletak pada performa pengisian dayanya yang sangat cepat. Mengusung baterai berkapasitas bersih 141 kWh, SUV listrik ini sanggup menerima daya pengisian puncak arus searah (DC) hingga 460 kW.
Berikut adalah rincian kemampuan pengisian daya BMW iX5 60 xDrive:
|
Parameter Pengisian |
Performa & Spesifikasi |
|
Kapasitas Baterai Bersih |
141 kWh |
|
Daya Pengisian Puncak (DC) |
Hingga 460 kW |
|
Pengisian 10 Menit |
Menambah jarak tempuh ~349 km (217 mil) WLTP |
|
Pengisian 10% - 80% |
Membutuhkan waktu 22 menit |
Dr. Thomas Engelhardt, Senior Vice President High-Voltage Battery and Charging BMW Group, mengungkapkan rasa bangganya saat mendemonstrasikan potensi pengisian daya ini di California. Ia menegaskan bahwa kemampuan cas hingga 460 kW dan fitur pengisian cerdas merupakan lompatan teknologi penting pada Gen6 eDrive untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para pengguna mobil listrik di seluruh dunia.
Sinergi Kuat BMW Group, IONNA, dan Alpitronic
Terwujudnya demonstrasi daya cas 460 kW ini tidak lepas dari sinergi kuat tiga perusahaan terdepan di bidangnya. IONNA hadir sebagai jaringan pengisi daya terintegrasi di Amerika Utara yang didirikan oleh delapan produsen otomotif ternama, yakni BMW, General Motors, Honda, Hyundai, Kia, Mercedes-Benz, Stellantis, dan Toyota. IONNA berfokus menyajikan pengalaman pengisian daya publik yang andal, aman, serta terjangkau bagi para pengemudi.
Di sisi lain, Alpitronic berperan penting dalam menyediakan stasiun cas berdaya tinggi yang responsif. Philipp Senoner, CEO dan co-founder Alpitronic, menyampaikan bahwa perkembangan inovasi kendaraan dan infrastruktur pengisian daya harus berjalan seiringan. Meskipun demikian, pihak produsen menegaskan bahwa pengujian daya 460 kW ini merupakan bentuk demonstrasi teknologi dan belum dijual secara komersial untuk publik saat ini.
Hadirnya inovasi pengisian daya ultra-cepat ini semakin memperjelas kemajuan pesat ekosistem mobil listrik, sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat akan durasi pengisian baterai saat bepergian jauh.

