⌂ Beranda Mobil Mobil Hidrogen BMW iX5 Makin Dekat Menuju Lini Produksi
MobilBedah Oto

Mobil Hidrogen BMW iX5 Makin Dekat Menuju Lini Produksi

Mobil Hidrogen BMW iX5 Makin Dekat Menuju Lini Produksi
BMW Group
A A Ukuran Teks16px

GARDUOTOBMW terus menunjukkan keseriusannya dalam menggarap teknologi masa depan pengganti bahan bakar fosil.

Pabrikan otomotif asal Jerman ini resmi mengumumkan bahwa mobil SUV hidrogen terbarunya, BMW iX5 Hydrogen, kini memasuki tahap pengujian jalan secara intensif serta persiapan produksi massal.

Langkah ini mempertegas komitmen BMW untuk tidak hanya mengandalkan mobil listrik berbasis baterai (BEV), melainkan juga mengembangkan teknologi Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) sebagai opsi kendaraan ramah lingkungan.

Dites di Jalanan Nyata dan Lolos Uji Ekstrem

Tahap pengujian jalan nyata (real-world testing) ini menjadi sinyal penting bahwa BMW iX5 Hydrogen makin dekat untuk menyapa konsumen global.

Prototipe yang sedang diuji bertugas untuk memvalidasi performa seluruh sistem penggerak dalam berbagai kondisi cuaca dan kondisi berkendara yang ekstrem.

BMW memastikan bahwa SUV hidrogen ini tetap menawarkan Sheer Driving Pleasure—sensasi berkendara khas BMW yang responsif dan menyenangkan. Fokus utama pengujian meliputi:

  • Integrasi Sistem: Menyelaraskan kerja antara sistem sel bahan bakar (fuel cell), motor listrik, baterai tegangan tinggi, dan tangki hidrogen.
  • Sistem Pengontrol Energi (Energy Master): Mengoptimalkan regenerasi daya saat pengereman agar efisiensi konsumsi hidrogen makin maksimal.
  • Performa Andal: Memastikan output tenaga tetap stabil walau mobil dipacu di bawah beban berat.

Mobil ini diklaim mampu melesat dari 0 hingga  dalam waktu kurang dari 5 detik, menyamai performa SUV mewah bermesin konvensional.

Teknologi Sel Bahan Bahan Bakar Generasi Ke-3

Di balik kap mesinnya, BMW iX5 Hydrogen menggunakan sistem fuel cell generasi ketiga yang dikembangkan melalui kerja sama strategis antara BMW Group dan Toyota Motor Corporation.

Prinsip kerjanya cukup sederhana dan bersih: hidrogen yang tersimpan di dalam tangki khusus ditarik ke dalam sel bahan bakar, lalu direaksikan dengan oksigen dari udara bebas.

Reaksi elektrokimia ini menghasilkan listrik untuk menggerakkan motor elektro sekaligus mengisi baterai. Hasil emisi gas buangnya? Hanya berupa uap air murni.

Saat ini, perakitan prototipe sel bahan bakar generasi baru tersebut sedang berlangsung di Hydrogen Competence Centre, Munich.

Setelah lolos validasi akhir, fasilitas produksi utama sel bahan bakar ini akan dialihkan ke Pabrik BMW Group di Steyr, Austria, untuk diproduksi secara massal.

Jarak Tempuh Hingga  dan Isi Ulang Kurang dari 5 Menit

Salah satu keunggulan utama kendaraan hidrogen dibanding mobil listrik baterai biasa adalah kecepatan pengisian daya dan jarak tempuh.

BMW iX5 Hydrogen menawarkan keunggulan yang sangat praktis bagi pengemudi dengan mobilitas tinggi:

  1. Jarak Tempuh Jauh: Mampu menempuh jarak hingga (standar WLTP) dalam sekali pengisian tangki penuh.
  2. Pengisian Sangat Cepat: Proses isi ulang tangki hidrogen hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit, persis seperti mengisi bensin atau diesel di SPBU biasa.
  3. Ramah Lingkungan: Bebas emisi lokal tanpa mengorbankan kenyamanan perjalanan jarak jauh.

Pilihan Mesin Lengkap untuk Generasi Terbaru BMW X5

Hadirnya teknologi hidrogen ini melengkapi strategi multi-powertrain dari BMW. Ke depannya, konsumen generasi terbaru BMW X5 akan diberikan kebebasan memilih varian mesin yang sesuai dengan kebutuhan mereka, mulai dari:

  • Bensin (Petrol)
  • Diesel
  • Plug-in Hybrid (PHEV)
  • Listrik Murni Baterai (BEV)
  • Sistem Sel Bahan Bakar Hidrogen (FCEV)

Melalui proyek HyPowerDrive yang juga didukung pendanaan dari Pemerintah Federal Jerman dan Negara Bagian Bavaria, BMW terus mempercepat kesiapan industri hidrogen global.

Kehadiran BMW iX5 Hydrogen menjadi bukti nyata bahwa masa depan mobilitas ramah lingkungan akan makin beragam dan praktis.

📰 Update Terbaru