⌂ Beranda Komunitas Uji SPKLU Jakarta-Lampung: Mobil Listrik Makin Siap Lintas Pulau
KomunitasEVMobil Listrik

Uji SPKLU Jakarta-Lampung: Mobil Listrik Makin Siap Lintas Pulau

Uji SPKLU Jakarta-Lampung: Mobil Listrik Makin Siap Lintas Pulau
A A Ukuran Teks16px

GARDUOTO - Tren mobil listrik di Indonesia semakin memikat perhatian pecinta otomotif. Pertanyaan terbesarnya: apakah kendaraan listrik sudah benar-benar siap diajak jalan jauh antar-pulau? Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) menjawabnya lewat aksi nyata dalam gelaran "Turing Kemerdekaan" rute Jakarta menuju Lampung pada 15-17 Agustus 2026 lalu.

Sebanyak 23 unit mobil listrik murni (BEV) dari beragam pabrikan diterjunkan langsung untuk menguji kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Pengujian dilakukan di sepanjang jalur Tol Jakarta-Merak hingga Tol Trans-Sumatera.

Hasilnya cukup menggembirakan. Secara umum, mesin pengisi daya di seluruh titik SPKLU berfungsi dengan baik dan siap mendukung perjalanan jarak jauh.

Performa Charger Tangguh, Daya Terbagi Saat Antre

Dari segi teknis, performa charger publik terpantau optimal. Sebagai contoh, di rest area KM 13,5A Karang Tengah, mesin teison berdaya 200 kW mampu menyalurkan daya pengisian riil hingga 178 kW ke mobil.

Namun, ketika pengisian dilakukan bersamaan di satu mesin (2 nosel), pembagian daya otomatis terjadi. Contohnya di KM 68A Serang, mesin 120 kW membagi dayanya secara proporsional sesuai kapasitas saat diisi dua mobil secara bersamaan.

“Secara teknis, mesin charger merespons daya dengan wajar. Namun, pengamatan kami menitikberatkan pada kendala non-teknis yang tak kalah krusial,” ujar Arwani Hidayat, Ketua Umum KOLEKSI.

Tantangan Akses Rest Area dan Keamanan

Kendala utama yang ditemukan pengemudi di lapangan justru berasal dari faktor non-teknis. Akses menuju lokasi SPKLU kerap terhalang oleh antrean truk besar yang parkir sembarangan sebelum pintu masuk rest area, seperti yang terjadi di KM 43A, KM 68A, KM 68B, dan KM 45B.

Padahal, area khusus SPKLU di dalam fasilitas rest area tergolong luas dan sangat memadai. KOLEKSI menyarankan adanya sinergi antara pengelola tol, kepolisian, dan pengelola rest area untuk penataan parkir truk.

Selain itu, komunitas juga mendorong penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) khusus baterai EV di setiap titik charging demi mematuhi standar keselamatan pemadaman baterai listrik.

Respon Positif PLN dan Bukti Efisiensi Biaya

Temuan dari komunitas ini mendapat sambutan hangat dari PT PLN (Persero). Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, mengapresiasi masukan langsung dari pengguna sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Dari segi biaya operasional, perjalanan jarak jauh ini membuktikan keunggulan efisiensi mobil listrik. Menempuh jarak sekitar 600 km untuk rute Jakarta-Pahawang (Lampung) pergi-pulang, rata-rata biaya pengisian daya publik yang dikeluarkan hanya Rp 226.800.

Angka ini setara dengan Rp 378 per kilometer—jauh lebih hemat dibandingkan biaya BBM kendaraan konvensional. Hal ini membuktikan bahwa road trip lintas pulau dengan mobil listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga sangat ramah di kantong.

📰 Update Terbaru